Sabtu, 07 November 2026

Reses Wan Agusti: Warga Labuh Baru Timur Pusing BPJS Dinonaktifkan Hingga Data Desil Tak Akurat

fixberita.com - Sabtu, 07 November 2026 21:54 WIB
Reses Wan Agusti: Warga Labuh Baru Timur Pusing BPJS Dinonaktifkan Hingga Data Desil Tak Akurat
Anggota DPRD Kota Pekanbaru Fraksi Gerindra, H Wan Agusti SH MH, saat reses di Jalan Tiung II, Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, Sabtu (7/11/2026) siang.
fixberita.com–Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi Gerindra, H Wan Agusti SH MH, melaksanakan kegiatan reses di Jalan Tiung II, Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, Sabtu (7/11/2026) siang.


Sejumlah warga menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi. Mulai dari bantuan sosial yang terputus, penonaktifan BPJS Kesehatan, hingga pendataan desil yang dinilai belum tepat sasaran.

Salah seorang warga, Poni, mengungkapkan banyak masyarakat yang kepesertaan BPJS Kesehatannya dinonaktifkan, baik melalui program Penerima Bantuan Iuran (PBI) maupun Universal Health Coverage (UHC).

Baca Juga:
Baca Juga:

Menurutnya, persoalan tersebut membuat warga kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan. Bahkan, ketika berobat ke rumah sakit maupun fasilitas kesehatan, ada warga yang harus membayar sendiri karena kepesertaannya tidak aktif.

"Sekarang banyak BPJS Kesehatan yang dinonaktifkan, baik PBI maupun UHC, karena persoalan desil. Ketika kami berobat ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan, kepesertaan tidak bisa digunakan dan harus membayar," keluh Poni.

Baca Juga:
Baca Juga:

Ia menambahkan, tidak semua masyarakat memiliki kemampuan untuk membayar biaya pengobatan secara mandiri. Sementara itu, warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan sering kali tidak tahu harus mencari biaya dari mana.

Poni juga mengeluhkan pelayanan program UHC di puskesmas yang menurutnya terkadang sulit diakses apabila kondisi pasien tidak dianggap darurat.

"Kalau sesak napas, mungkin bisa dilayani. Tapi kalau hanya demam, harus bayar. Padahal tidak semua masyarakat punya kemampuan untuk berobat mandiri," ujarnya.

Selain BPJS, warga juga menyoroti pendataan desil yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat sebenarnya.

Poni mencontohkan, ada warga yang suaminya bekerja hanya sebagai supir truk dan kuli bangunan tetapi justru masuk kategori desil 8. Sebaliknya, masyarakat yang dinilai mampu justru masuk desil 2 dan bisa mendapatkan bantuan.

"Banyak masyarakat ekonominya susah, mencari makan saja sulit. Tapi ada juga yang punya kebun sawit justru menerima bantuan memakai mobil," ungkapnya.

Ia berharap dalam kegiatan reses Anggota DPRD Pekanbaru kali ini bisa memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut.

"Kami ingin perhatian pemerintah, tolong data penerima bantuan diperbaiki agar bantuan sosial, termasuk PKH, dan kepesertaan BPJS Kesehatan bisa tepat sasaran," harap Poni.

Menanggapi keluhan itu, Wan Agusti mengatakan persoalan desil memang menjadi salah satu aspirasi yang sering disampaikan masyarakat dalam setiap kegiatan resesnya.

"Ini memang sedang hangat-hangatnya. Permasalahan yang sama selalu muncul setiap saya reses, yaitu masalah desil," kata Wan Agusti.

Ia mengaku sudah mempertanyakan proses pendataan yang menyebabkan masyarakat mampu justru masuk kategori desil rendah, sementara warga kurang mampu berada di desil tinggi.

"Kita juga bertanya kepada pihak kelurahan, apa sebenarnya persoalan desil ini sehingga pendataannya bisa seperti ini. Ada yang kaya masuk desil rendah, tetapi masyarakat yang kurang mampu justru desilnya tinggi. Akhirnya kasihan warga yang seharusnya layak menerima bantuan," jelasnya.

Wan Agusti berharap persoalan pendataan tersebut dapat segera ditindaklanjuti sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan tidak kehilangan kesempatan mendapatkan bantuan pemerintah.

Dalam agenda reses tersebut, warga juga mengusulkan perbaikan Jalan Tiung II, Kelurahan Labuh Baru Timur.

Kondisi jalan tersebut saat ini mulai rusak dan keropos. Warga berharap Pemerintah Kota Pekanbaru segera melakukan pengaspalan agar akses jalan kembali nyaman dilalui.

Wan Agusti berjanji aspirasi warga tersebut akan disampaikan kepada pemerintah kota melalui dinas terkait.

"Nanti kita kaji dan data dulu, yang pasti akan kita sampaikan ke dinas terkait kapan Jalan Tiung II ini bisa masuk dalam pengerjaan perbaikan jalan. Kita juga akan coba koordinasi lagi dengan dinas terkait," sebutnya.

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Doni Saputra Tampung Banyak Aduan Data Desil Bermasalah
Reses Aidhil Nur Putra di Sago, Warga Ingin Pusat Jajanan Tradisional Samratulangi Ditata Lebih Cantik
Aksi Rayap Besi Bikin Warga Pekanbaru Resah, DPRD Dorong RT/RW Perketat Pengawasan
Hamdani Dukung Prioritas Perbaikan Infrastruktur dan Penyelesaian Masalah Banjir
Macet Tiap Akhir Pekan, DPRD Pekanbaru Minta Dishub Evaluasi Andalalin
Jukir Liar Masih Marak, DPRD Pekanbaru Desak Dishub Evaluasi Menyeluruh
komentar
beritaTerbaru