Warga Sulit Isi BBM, DPRD Pekanbaru Semprot Pertamina
fixberita.comAnggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Faisal Islami menyemprot Pertamina buntut krisis bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah
Berita
"Penolakan ini bukan isapan jempol. Ini suara warga. Perwako Nomor 48 Tahun 2025 telah menimbulkan kegaduhan, keresahan, dan ketidakpastian hukum di tengah masyarakat dan bertentangan dengan Perda Nomor 12 Tahun 2002. Dalam kondisi seperti ini, Perwako tersebut tidak layak dipertahankan dan harus dicabut," kata Faisal usai memimpin pertemuan audiensi dengan perwakilan RT/RW di Ruang Rapat Paripurna, Kamis (18/12/2025).
Baca Juga:
Baca Juga:
Menurut Faisal, RT dan RW merupakan lembaga kemasyarakatan yang tumbuh dari lingkungan warga, bukan bagian dari birokrasi pemerintahan yang kaku. Oleh karena itu, pengaturannya tidak boleh menghilangkan kearifan lokal dan hak demokrasi masyarakat.
"Perwako ini gagal memahami ruh RT dan RW. Pembatasan demokrasi lingkungan justru berpotensi memecah belah warga," ujarnya.
Baca Juga:
Baca Juga:
Dalam rapat dengar pendapat yang digelar Kamis (18/12) siang, perwakilan RT dan RW mengeluhkan dengan isi Perwako Nomor 48 Tahun 2025 karena dianggap membatasi demokrasi dikalangan masyarakat.
Berdasarkan hasil kajian, Bapemperda DPRD Kota Pekanbaru menemukan sejumlah norma dalam Perwako Nomor 48 Tahun 2025 yang bertentangan dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2002 yang masih berlaku, serta melampaui kewenangan yang seharusnya dimiliki oleh Peraturan Wali Kota.
"Ini bukan soal suka atau tidak suka. Ini soal kepastian hukum. Jika Perwako bertentangan dengan Perda, maka secara prinsip hukum harus diperbaiki atau dicabut. Dan dalam kondisi hari ini, opsi paling rasional adalah mencabut Perwako ini," tegasnya.
Bapemperda DPRD Kota Pekanbaru mendesak Pemerintah Kota Pekanbaru untuk tidak memaksakan penerapan Perwako Nomor 48 Tahun 2025 dan segera membuka ruang dialog yang terbuka dan setara dengan RT, RW, dan masyarakat.
"Jangan jadikan RT dan RW sebagai objek kebijakan yang diputuskan sepihak. Jika kebijakan ini terus dipaksakan, yang rusak bukan hanya aturan, tetapi kepercayaan masyarakat kepada pemerintah," ujar Faisal.
Politisi NasDem ini menegaskan bahwa BapemperdaDPRD Pekanbaru akan menggunakan seluruh kewenangan konstitusionalnya untuk mengawal aspirasi masyarakat, termasuk mendorong pencabutan kebijakan yang dinilai bermasalah.
"Lebih baik mencabut aturan yang keliru, daripada mempertahankannya dan membiarkan konflik sosial tumbuh di tengah masyarakat," sebut Faisal.***
fixberita.comAnggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Faisal Islami menyemprot Pertamina buntut krisis bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah
Berita
fixberita.comAnggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Rizky Bagus Oka, menekankan pentingnya stabilitas harga bahan pokok serta perlindunga
Berita
fixberita.comKasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang menewaskan seorang wanita lanjut usia di Kota Pekanbaru mengundang perhatian s
Berita
fixberita.comSekretaris Komisi II DPRD Kota Pekanbaru M Rizki Rinaldi mendesak pemerintah segera bertindak mengatasi kenaikan harga plast
Berita
fixberita.comAnggota Komisi XII DPR RI Fraksi Gerindra, Muhammad Rohid, melakukan kunjungan kerja ke Gudang Bulog RiauKepulauan Riau di
Berita
fixberita.comAnggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Faisal Islami meminta Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru fokus membenahi drainase pada
Berita
fixberita.comWakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Andry Saputra menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Muhammad Rahul sebagai Ketua Kara
Berita
fixberita.comCabang olaharaga (Cabor) ESport Indonesia (ESI) Kota Pekanbaru menyatakan dukungan terhadap pencalonan Achmad Faisal Reza s
Berita
fixberita.comAnggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi Golkar, Putri Varadina SIP, menyerap berbagai aspirasi masyarakat dalam agenda reses
Berita
fixberita.comAnggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi Gerindra, H Wan Agusti SH MH, menjemput aspirasi warga di Jalan Palapa, RT 3 RW 05,
Berita