Warga Sulit Isi BBM, DPRD Pekanbaru Semprot Pertamina
fixberita.comAnggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Faisal Islami menyemprot Pertamina buntut krisis bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah
Berita
- Sebagai bentuk maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, Rasulullah shallahu 'alahi wasallam bersabda,
كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى ، قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى ؟ قَالَ : مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى
Baca Juga:
Baca Juga:
"Setiap umatku dijamin masuk surga kecuali yang enggan". Para shahabat bertanya, "Siapa yang enggan masuk surga wahai Rasulullah?". Beliau menjawab, "Barangsiapa yang ta'at kepadaku pasti masuk surga dan barangsiapa yang berbuat maksiat (tidak ta'at) kepadaku itulah orang yang enggan (masuk surga)". (HR.al-Bukhari)
- Ibadah haji, shadaqah dan infak dalam bentuk apapun tidak diterima oleh Allah subhanahu wata'ala kalau berasal dari hasil riba, Rasulullah shallahu 'alahi wasallam bersabda dalam hadits yang shahih, "Sesunguhnya Allah itu baik dan Dia tidak menerima kecuali dari hasil yang baik".
Baca Juga:
Baca Juga:
- Allah subhanahu wata'ala tidak mengabulkan doa orang yang memakan riba, Rasulullah shallahu 'alahi wasallam bersabda, "Ada seorang yang menengadahkan tangannya ke langit berdo'a, "Ya Rabbi, Ya Rabbi, sementara makanannya haram, pakaiannya haram, dan daging yang tumbuh dari hasil yang haram, maka bagaimana mungkin do'anya dikabulkan." (HR.Muslim)
- Hilangnya keberkahan umur dan membuat pelakunya melarat, Rasulullah shallahu 'alahi wasallam bersabda,
مَا أَحَدٌ أَكْثَرَ مِنْ الرِّبَا إِلَّا كَانَ عَاقِبَةُ أَمْرِهِ إِلَى قِلَّةٍ
"Tidaklah seseorang memperbanyak harta kekayaan dari hasil riba, melainkan berakibat pada kebangkrutan dan melarat." [HR.Ibnu Majah].
- Sistim riba menjadi sebab utama kebangkrutan negara dan bangsa. Realita menjadi saksi bahwa negara kita ini mengalami krisis ekonomi dan keamanannya tidak stabil karena menerapkan sistim riba, karena para petualang riba memindahkan simpanan kekayaan mereka ke negara-negara yang memiliki ekonomi kuat untuk memperoleh bunga ribawi tanpa memikirkan maslahat di dalam negeri sendiri, sehingga negara ini bangkrut.
- Pengembangan keuangan dan ekonomi dengan sistim riba merupakan penjajahan ekonomi secara sistimatis dan terselubung oleh negara-negara pemilik modal, dengan cara pemberian pinjaman lunak. Dan karena merasa berjasa menolong negara-negara berkembang, maka dengan kebijakan-kebijakan tertentu mereka mendikte negara yang dibantu tersebut atau mereka akan mencabut bantuannya.
- Memakan riba menjadi sebab utama su`ul khatimah, karena riba merupakan bentuk kezhaliman yang menyengsarakan orang lain, dengan cara menghisap "darah dan keringat" pihak peminjam, itulah yang disebut rentenir atau lintah darat.
- Pemakan riba akan bangkit di hari Kiamat kelak seperti orang gila dan kesurupan. Ayat yang menyebut kan tentang hal ini, menurut Syaikh Muhammad al-Utsaimin memiliki dua pengertian, yakni di dunia dan di hari Kiamat kelak. Beliau menjelaskan bahwa jika ayat itu mengandung dua makna, maka dapat diartikan dengan keduanya secara bersamaan. Yakni mereka di dunia seperti orang gila dan kesurupan serta bertingkah layaknya orang kerasukan setan (tidak peduli, nekat dan ngawur, red). Demikian pula nanti di Akhirat mereka bangun dari kubur juga dalam keadaan seperti itu.
Sedangkan mengenai ayat, "Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah," maka beliau mengatakan kehancuran materi (hakiki) dan maknawi. Kehancuran materi seperti tertimpa bencana dalam hartanya sehingga habis, misalya sakit yang parah dan mengharuskan berobat ke sana-sini, atau keluarganya yang sakit, kecurian (dirampok), terbakar dan lain-lain, ini merupakan hukuman dunia. Atau binasa secara maknawi, dalam arti dia memiliki harta yang bertumpuk-tumpuk tetapi seperti orang fakir karena hartanya tidak memberi manfaat apa-apa. Apakah orang seperti ini kita katakan memiliki harta? Tentu tidak, bahkan ia lebih buruk daripada orang fakir, sebab harta bertumpuk-tumpuk yang ada di sisinya, dia simpan untuk ahli warisnya saja. Sementara dia tidak dapat mengambil manfaat darinya sedikit pun. Inilah kebinasaan harta riba secara maknawi. Wallahu a'lam bish shawab. (Abu Abdillah Dzahabi Isnen Azhar)
Sumber:
1. Majalah as-Sunnah edisi 02/VII/1424/2003 (dengan menyadur)
2. Syarah Riyadhus Shalihin jilid 2, Syaikh Muhammad al-Utsaimin.
Artikel asli: almanhaj.or.id
fixberita.comAnggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Faisal Islami menyemprot Pertamina buntut krisis bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah
Berita
fixberita.comAnggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Rizky Bagus Oka, menekankan pentingnya stabilitas harga bahan pokok serta perlindunga
Berita
fixberita.comKasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang menewaskan seorang wanita lanjut usia di Kota Pekanbaru mengundang perhatian s
Berita
fixberita.comSekretaris Komisi II DPRD Kota Pekanbaru M Rizki Rinaldi mendesak pemerintah segera bertindak mengatasi kenaikan harga plast
Berita
fixberita.comAnggota Komisi XII DPR RI Fraksi Gerindra, Muhammad Rohid, melakukan kunjungan kerja ke Gudang Bulog RiauKepulauan Riau di
Berita
fixberita.comAnggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Faisal Islami meminta Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru fokus membenahi drainase pada
Berita
fixberita.comWakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Andry Saputra menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Muhammad Rahul sebagai Ketua Kara
Berita
fixberita.comCabang olaharaga (Cabor) ESport Indonesia (ESI) Kota Pekanbaru menyatakan dukungan terhadap pencalonan Achmad Faisal Reza s
Berita
fixberita.comAnggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi Golkar, Putri Varadina SIP, menyerap berbagai aspirasi masyarakat dalam agenda reses
Berita
fixberita.comAnggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi Gerindra, H Wan Agusti SH MH, menjemput aspirasi warga di Jalan Palapa, RT 3 RW 05,
Berita