Fraksi Golkar DPRD Pekanbaru Terima Aduan Warga, Tiga Kelurahan Kesulitan Urus Sertifikat Tanah
fixberita.comFraksi Golkar DPRD Pekanbaru menerima keluhan wargaterkait sulitnya penerbitan sertifikat tanah disampaikan warga dari tiga
Berita
Baca Juga:
Baca Juga:
"Jadi, masyarakat meminta kita memediasi persoalan ini ke pihak terkait," kata Syafri usai pertemuan.
Dijelaskan Syafri, sebelumnya masyarakat di tiga kelurahan tersebut masih dapat mengurus sertifikat tanah melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN). Namun, setelah 2021, penerbitan sertifikat di sejumlah lokasi tidak lagi dapat dilakukan.
Baca Juga:
Baca Juga:
Salah satu alasan yang disampaikan berkaitan dengan status kawasan yang disebut sebelumnya merupakan wilayah milik Caltex (CPI), yang kini berada di bawah Pertamina Hulu Rokan (PHR).
Persoalan penerbitan sertifikat tanah itu juga berkaitan dengan SK Gubernur tahun 1959 serta kebijakan Menteri Keuangan (Menkeu) tahun 2021.
Akibatnya, warga yang ingin melakukan transaksi jual beli tanah ikut mengalami kendala karena sertifikat baru tidak dapat diterbitkan.
Syafri menegaskan, persoalan ini bukan karena pihak kelurahan memperlambat proses administrasi. Melainkan, lurah harus mengikuti aturan yang berlaku.
"Bukan lurah yang memperlambat atau menghambat proses sertifikat, tetapi karena aturan ini yang mereka pegang," jelasnya.
Ia juga mengapresiasi para lurah yang ikut mendampingi warga untuk menyampaikan persoalan tersebut kepada DPRD Pekanbaru.
Diperkirakan jumlah warga yang terdampak mencapai sekitar 1.800 KK. Warga yang telah memiliki sertifikat sebelum 2021 masih dapat menggunakan dokumen tersebut.
"Yang tahun 2021 ke bawah itu terbit dan berlaku. Makanya mereka heran kenapa tahun 2021 ke atas ini tidak bisa lagi," ucap Syafri.
Syafri juga sempat menyoroti adanya temuan pipa di kawasan sekitar perbengkelan Angkatan Darat, dekat Pasar Kodim. Keberadaan pipa tersebut kemudian menjadi salah satu dasar dalam penarikan batas atau pemetaan kawasan terdampak.
Selain itu, kawasan yang terdampak cukup luas dan mencakup sejumlah fasilitas serta bangunan. Termasuk Kantor Polresta Pekanbaru dan Rumah Dinas Wali Kota Pekanbaru.
"Selama mereka tinggal di sana, tidak pernah ditemukan adanya pipa. Ternyata ketika mereka turun dengan Badan Pertanahan, memang ada ditemukan satu pipa," ungkapnya.
Karena persoalan tersebut berkaitan dengan kewenangan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, Fraksi GolkarDPRD Pekanbaru akan mencoba membuka komunikasi dengan pihak terkait, termasuk pemerintah provinsi dan DPR RI.
"Kami dari DPRD Kota, khususnya Fraksi Golkar, akan meminta kepada pimpinan untuk dapat ditindaklanjuti. Karena ini wewenangnya provinsi dan pusat, tentu kami dari DPRD Kota akan mencoba melakukan jalur-jalur diplomasi dengan provinsi dan DPR RI," sebutnya.
Syafri berharap persoalan tersebut dapat menemukan solusi sehingga masyarakat yang telah tinggal secara turun-temurun di kawasan tersebut tidak terus mengalami kendala dalam mengurus administrasi pertanahan maupun melakukan transaksi jual beli.
"Mudah-mudahan ada solusinya. Dari kita sendiri, nanti akan mengundang BPN Pekanbaru dan pihak terkait, untuk membahas ini dalam waktu dekat," pungkasnya.***
fixberita.comFraksi Golkar DPRD Pekanbaru menerima keluhan wargaterkait sulitnya penerbitan sertifikat tanah disampaikan warga dari tiga
Berita
fixberita.comMajelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Pekanbaru resmi melantik dan mengukuhkan Pengurus Hulu Bal
Berita
fixberita.comAnggota Komisi IV DPRD Provinsi Riau, Munawar Syahputra, mendesak pemerintah dan PT Pertamina (Persero) segera turun langsun
Berita
fixberita.comAnggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Faisal Islami, meminta Pertamina tidak menutup mata terhadap persoalan antrean panjang
EKONOMI
fixberita.comKomite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Pekanbaru membagikan 2.000 masker gratis kepada masyarakat dan pengguna jalan
Berita
fixberita.comHarga daging ayam potong di Kota Pekanbaru yang melonjak hingga Rp47.000 per kilogram mendapat sorotan tajam dari DPRD Pekan
Berita
fixberita.comKomisi III DPRD Kota Pekanbaru menyoroti belum adanya anggaran khusus untuk rehabilitasi dan perbaikan puskesmas dalam pemba
Berita
fixberita.comRencana Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memutus kontrak kerja sama dengan pihak ketiga dalam proyek revitalisasi Pasar Baw
Berita
fixberita.comAnggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru Rizky Bagus Oka mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru segera mengambil langkah te
Berita
fixberita.comDPRD Kota Pekanbaru mengusulkan pembentukan tim satuan tugas (Satgas) untuk menangani polemik Sukaramai Trade Center (STC) P
Berita